
Dari semua peralatan kolam yang saya pakai di lapangan, vacuum manual adalah yang paling sering digunakan dan paling sering dipakai dengan cara yang kurang tepat. Banyak owner villa yang sudah punya perlengkapan vacuum lengkap tapi hasilnya dasar kolam tidak pernah benar-benar bersih — atau lebih parah, setiap kali divakum air malah jadi keruh sesaat. Vacuum manual terdiri dari beberapa komponen yang perlu dipahami masing-masing fungsinya. Vacuum head adalah kepala yang langsung menyentuh permukaan dasar kolam, tersedia dalam berbagai ukuran dan material — ada yang untuk permukaan plester kasar, ada yang lebih halus untuk fiberglass. Selang vakum menghubungkan vacuum head ke telepole dan ke titik suction di skimmer. Panjang selang harus sesuai dengan kedalaman dan luas kolam — selang yang terlalu pendek membuat area tertentu tidak terjangkau. Cara pakai yang benar dimulai sebelum vacuum menyentuh dasar kolam. Selang harus diisi air dulu untuk menghilangkan udara di dalamnya. Caranya: masukkan ujung selang ke dalam air kolam dan biarkan air mengisi selang sampai tidak ada gelembung yang keluar. Kalau langsung divakum dengan selang berisi udara, pompa akan kehilangan prime dan aliran suction berkurang drastis. Setelah selang terisi air, sambungkan ujung selang ke lubang suction di skimmer. Mulai bergerak perlahan dan sistematis, seperti memotong rumput: mulai dari satu sisi, gerak maju-mundur dengan overlap sedikit di setiap jalur. Jangan bergerak cepat karena kotoran yang terangkat akan menyebar ke air dan mengendap lagi di tempat lain. Untuk kondisi di Bali, dasar kolam yang paling sering perlu divakum adalah kolam di bawah pohon tropis — frangipani, kelapa, pisang. Kerontokan daun, serbuk sari, dan bunga kecil mengendap di dasar dan kalau dibiarkan terlalu lama mulai membusuk dan menjadi nutrisi algae. Di musim hujan, sedimen tanah yang terbawa air hujan juga mengendap di dasar lebih cepat dari biasa. Kalau kondisi dasar kolam sangat kotor dengan banyak sedimen tebal — kolam villa yang ditinggal beberapa minggu — pertimbangkan untuk set filter ke posisi WASTE saat vakum. Dengan posisi ini, air yang disedot langsung dibuang keluar, bukan dikembalikan ke filter. Kolam memang akan berkurang airnya, tapi kotoran tidak masuk ke media filter dan tidak menyebar kembali ke kolam. Satu tips urutan kerja: vakum selalu dilakukan sebelum backwash filter, bukan setelah. Kalau urutan terbalik, backwash mengaduk media filter dan mungkin melepaskan partikel halus kembali ke air justru setelah dasar kolam sudah bersih.