Trussi dan Algaecide: Kenapa Lumut Kolam Renang di Bali Susah Diberantas

2026-05-21
Trussi dan Algaecide: Kenapa Lumut Kolam Renang di Bali Susah Diberantas - Pool Service Bali

Lumut kolam renang di Bali itu musuh yang berbeda dibanding di daerah lain. Kelembaban tinggi, hujan hampir sepanjang tahun, banyak pohon di sekitar kolam, dan tidak sedikit kolam yang ada di kawasan teduh villa jungle — semua ini menciptakan kondisi ideal untuk algae tumbuh cepat. Saya sering bilang ke klien: di sini, algae tidak butuh banyak alasan untuk muncul. Dia cukup tunggu chlorine-nya turun sedikit. Trussi — nama kimiawinya copper sulfate atau tembaga sulfat — adalah salah satu algaecide tertua yang dikenal. Di lapangan kolam renang Bali, ini masih cukup sering dipakai, terutama oleh teknisi generasi lama. Cara kerjanya sederhana: tembaga beracun untuk algae, menghambat pertumbuhannya dan membunuh yang sudah ada. Harganya murah dan mudah didapat. Tapi trussi punya sisi yang perlu diperhatikan. Dosisnya sangat kecil karena tembaga mudah menumpuk di air. Kalau berlebihan, air bisa berbau metalik, dan pada konsentrasi tinggi bisa meninggalkan noda hijau-biru di dinding kolam tile putih atau krem. Noda tembaga ini susah dihilangkan. Jadi kalau pakai trussi, mulai dari dosis rendah dan pantau hasilnya. Algaecide komersial modern yang banyak tersedia sekarang berbahan dasar quaternary ammonium compound atau polihexamethylene biguanide. Produk-produk ini lebih aman untuk tile berwarna, tidak menambah mineral di air, dan tidak meninggalkan noda. Cara pakainya mudah — langsung tuang ke air saat pompa sedang jalan, merata ke seluruh kolam. Untuk maintenance mingguan preventif, sekitar 100–150 ml untuk kolam 30 m³ sudah cukup. Yang sering saya ingatkan ke owner villa: algaecide itu pencegahan, bukan obat darurat. Kalau kolam sudah benar-benar hijau, algaecide saja tidak cukup — butuh shock treatment chlorine dosis tinggi dulu untuk membunuh algae massal, baru algaecide sebagai follow-up agar algae tidak cepat kembali. Kalau langsung pakai algaecide di kolam hijau tanpa chlorine dulu, hasilnya tidak optimal dan pemborosan produk. Musim hujan November sampai Maret di Bali itu musim sibuk untuk urusan lumut kolam. Kelembaban tinggi, banyak air hujan masuk kolam mengencerkan chemical, pH sering tidak stabil, dan chlorine lebih cepat habis. Kombinasi ini membuat algae bisa muncul dalam tiga sampai empat hari di kolam yang tidak diperhatikan. Di periode ini, frekuensi service perlu dinaikkan — minimal seminggu sekali cek chemical — dan algaecide preventif sangat membantu menjaga kondisi kolam tetap stabil di antara jadwal service. Infinity pool yang ada di tepi jurang atau menghadap sawah juga lebih rentan. Angin membawa serbuk sari dan organik masuk air, dan overflow dari hujan sering membawa debris yang menjadi makanan algae. Kalau punya tipe kolam seperti ini, konsistensi perawatan jauh lebih penting daripada kolam tertutup biasa.