
Garis putih di batas permukaan air kolam. Endapan kerak di kepala return inlet dan fitting. Permukaan tile yang terasa kasar dan berwarna keputihan. Ini semua tanda scaling kalsium — salah satu masalah yang paling sering saya temui di kolam villa Bali yang menggunakan air sumur sebagai sumber pengisian. Scaling terbentuk ketika calcium dan magnesium yang terlarut di air mengendap dan mengeras di permukaan kolam. Ini terjadi paling cepat di area yang bersentuhan langsung dengan udara — batas permukaan air, tepi kolam, permukaan fitting — karena CO2 lepas ke udara di area ini, mendorong kalsium untuk mengendap. Penyebab utama: calcium hardness terlalu tinggi, pH terlalu tinggi, atau kombinasi keduanya. Air sumur di banyak area Gianyar dan sekitar Ubud memang cenderung tinggi mineral. Kalau air isi terus-menerus menggunakan sumber ini tanpa kontrol hardness, calcium akan terakumulasi dari waktu ke waktu. Penggunaan kaporit granular calcium hypochlorite dalam jangka panjang juga berkontribusi — setiap gram kaporit yang masuk membawa kalsium tambahan ke air. Cara menghilangkan scaling yang sudah terbentuk: untuk endapan ringan hingga sedang, asam sitrat atau asam oksalat dalam larutan encer bisa digunakan dengan cara digosok menggunakan batu apung atau pad khusus. Untuk endapan di equipment seperti kepala nozzle dan fitting, rendam dalam larutan asam sitrat selama beberapa jam. Jangan gunakan HCL langsung untuk scrub dinding kolam — terlalu agresif untuk tile dan plester. Untuk scaling berat yang sudah mengeras tebal, kadang perlu penanganan mekanis — scraping atau sandblasting pada permukaan tertentu. Ini biasanya bagian dari renovasi, bukan maintenance rutin. Pencegahan jangka panjang lebih penting dari penghilangan. Caranya: cek calcium hardness setiap bulan, pertahankan di rentang 200–400 ppm. Kalau sudah mendekati atau melebihi 400 ppm, lakukan partial drain dan isi dengan air baru untuk mengencerkan konsentrasi mineral. Pertahankan pH di 7,2–7,4 — pH yang tinggi mempercepat pengendapan kalsium secara signifikan. Satu produk yang bisa membantu: sequestrant atau chelating agent, yang secara kimiawi "mengikat" mineral agar tetap terlarut di air dan tidak mengendap. Ini dosis rutin mingguan untuk kolam yang sumber airnya memang tinggi mineral. Tidak menghilangkan calcium, tapi mencegah pengendapan. Kalau kolam Anda di area yang sumber airnya tinggi kapur, Surya Jaya Teknik bisa bantu tes calcium hardness dan rekomendasikan treatment yang tepat untuk kondisi spesifik kolam Anda.