
"Chlorine-nya terlalu banyak, kulit saya jadi gatal." Ini keluhan yang sering saya dengar dari tamu villa. Dan sembilan dari sepuluh kali, setelah saya cek parameternya, diagnosis itu salah. Kulit gatal setelah berenang memang bisa disebabkan oleh chemical kolam, tapi penyebabnya lebih sering bukan kelebihan chlorine. Penyebab paling umum pertama: pH yang tidak seimbang. pH kolam yang terlalu tinggi (di atas 7,8) atau terlalu rendah (di bawah 7,0) bisa menyebabkan iritasi kulit dan mata. Air kolam yang pH-nya terlalu jauh dari pH alami kulit manusia (sekitar 5,5) akan mengganggu lapisan pelindung kulit. Kulitnya tidak "cocok" dengan air. Solusinya bukan kurangi chlorine, tapi perbaiki pH. Penyebab kedua: chloramine. Ini yang sering terjadi di kolam yang ramai dipakai. Chloramine terbentuk ketika chlorine bereaksi dengan organik dari pengguna kolam — keringat, urine, kotoran kulit. Chloramine inilah yang menyebabkan bau chlorine menyengat dan iritasi kulit. Paradoksnya, kolam yang berbau chlorine kuat dan membuat kulit gatal biasanya justru kekurangan free chlorine yang aktif, bukan kelebihan. Solusinya: shock treatment untuk memecah chloramine. Penyebab ketiga yang lebih jarang: total dissolved solids yang sangat tinggi. Air kolam yang sudah sangat tua dan penuh dengan dissolved material bisa menyebabkan sensasi "lengket" di kulit dan pada beberapa orang menimbulkan iritasi ringan. Partial drain dan isi air baru adalah solusinya. Penyebab keempat khusus untuk beberapa orang: sensitivitas individu terhadap chlorine. Ada orang yang memang lebih sensitif terhadap chlorine meski kadarnya normal. Untuk kolam private di villa yang ownernya sensitif, pertimbangkan menggunakan sistem salt chlorinator yang menghasilkan chlorine lebih stabil dan konsisten kadarnya, atau sistem ozone yang bisa mengurangi kebutuhan chlorine. Cara diagnosa sederhana: kalau gatal terjadi pada semua pengguna kolam — kemungkinan masalah kimia air. Kalau hanya pada satu orang — kemungkinan sensitivitas individu. Cek pH dan free chlorine dulu sebelum menyimpulkan penyebabnya.