
Jalan Raya Campuhan adalah salah satu akses paling ikonik menuju Ubud dari barat — melewati jembatan tua di atas sungai kecil, kemudian menanjak melewati perbukitan hijau. Di kanan dan kiri jalan itu, tersembunyi di antara pohon dan pagar batu, ada puluhan villa dan penginapan yang selama bertahun-tahun menjadi favorit seniman, penulis, dan traveler yang mencari ketenangan dari hiruk-pikuk turis. Sebagian besar villa ini berada di Singakerta atau di pinggiran area Campuhan. Dan karena lokasinya di lereng perbukitan dengan vegetasi lebat, kolam renang di sini punya karakteristik tersendiri yang penting dipahami sebelum menentukan strategi perawatan. Karakter air sumur bor di Campuhan–Singakerta Air sumur bor di area ini bersumber dari lapisan tanah perbukitan barat Ubud. Berdasarkan pengalaman kami melayani kolam di area ini selama bertahun-tahun, karakteristik yang kami temukan secara konsisten: pH cenderung sedikit asam: 6,5–7,0. Masih dalam batas dapat diterima, tapi berarti saat mengisi kolam baru atau setelah penggantian air parsial, selalu perlu menambahkan pH Increaser (sodium bikarbonat atau soda ash) untuk menaikkan ke range ideal 7,2–7,6 sebelum klorin ditambahkan. Kesadahan kalsium sedang: 80–120 ppm. Ini range yang baik — tidak terlalu keras yang bikin scale putih di dinding kolam, tidak terlalu lunak yang membuat air agresif terhadap lapisan plester atau cat kolam. TDS awal rendah saat air baru diisi: biasanya di bawah 300 ppm. Artinya ada "ruang" yang cukup untuk mineral terlarut sebelum perlu partial drain karena TDS terlalu tinggi — keuntungan dibanding kolam di area dengan air sumur mineral tinggi. Masalah spesifik: bunga kamboja di waterline Bukit Campuhan dikenal dengan pohon kamboja (frangipani) yang tumbuh di mana-mana — sepanjang ridge walk, di halaman villa, di tepi jalan. Dan pohon kamboja berbunga subur terutama di musim kemarau (Juni–September), tepat ketika kolam paling sering digunakan. Kelopak bunga kamboja yang tebal dan berminyak tidak hancur cepat di air — tapi melepaskan pigmen kuning kecoklatan yang menodai bagian waterline kolam kalau dibiarkan menempel terlalu lama. Noda ini bisa sangat keras dibersihkan kalau sudah mengering dan menempel pada permukaan plester atau keramik. Rekomendasi: skimming setiap hari di musim bunga kamboja, dan pembersihan waterline dengan tile cleaner berbasis asam ringan setiap 2–4 minggu. Jangan biarkan bunga mengendap di dasar kolam — pigmennya akan semakin sulit dibersihkan. Alga di area teduh Pohon-pohon besar di sekitar villa Singakerta–Campuhan menciptakan area teduh permanen di sebagian kolam. Klorin memang membunuh alga, tapi sinar UV alami juga berperan sebagai agen pengendali alga. Area yang sangat teduh tidak mendapat bantuan UV, sehingga konsumsi algaecide di sisi teduh kolam harus lebih tinggi. Jenis alga yang paling umum kami temukan di kolam area ini: green algae (lumut hijau di dinding dan lantai) dan mustard algae (lapisan kuning pucat di sisi kolam yang paling teduh). Keduanya bisa ditangani dengan brushing agresif, shock chlorination singkat, lalu aplikasi algaecide konsentrat — tapi lebih mudah dicegah dengan algaecide preventif mingguan daripada harus diberantas setelah tumbuh. Untuk konsultasi tentang kolam di Singakerta atau Campuhan, hubungi Surya Jaya Teknik via WhatsApp. Toko kami di Lodtunduh — sekitar 15 menit dari area Campuhan. Baca juga: [cara mengatasi air kolam renang hijau](/blog/cara-mengatasi-air-kolam-renang-hijau). Jasa perawatan di area ini: [jasa perawatan kolam renang Singakerta](/blog/jasa-perawatan-kolam-renang-singakerta-gianyar). Produk lengkap: [halaman produk](/product).
Butuh jasa perawatan kolam renang di Ubud?
Lihat halaman lengkap layanan kami khusus area Ubud dan Gianyar, termasuk harga, area layanan, dan FAQ.
Lihat Layanan Perawatan Kolam Ubud →