
Kalau bicara obat kolam renang yang paling sering dipakai teknisi di lapangan, jawabannya hampir selalu kaporit granular. Nama resminya calcium hypochlorite — kandungan chlorine aktifnya biasanya 65–70% per berat. Di toko kimia kolam, ini yang dijual dalam ember putih itu. Bukan tablet, bukan powder halus seperti bleaching bubuk rumah tangga. Berbeda. Yang sering bikin bingung owner villa baru adalah soal dosis. Saya sudah cukup sering ketemu kolam yang kaporit-nya overdosis — airnya bau klorin tajam, mata perih kalau masuk, kulit terasa kering setelah berenang. Itu bukan tanda kolam bersih. Itu tanda dosisnya berlebih. Untuk kolam volume 30–40 m³ yang rutin dirawat, dosis maintenance normal sekitar 100–150 gram granular per hari. Tapi ini angka kasar — kondisi aktual tergantung cuaca, jumlah tamu, dan kondisi air itu sendiri. Musim hujan deras, chlorine lebih cepat habis karena air banyak masuk kolam, pH jadi lebih asam, dan beban organik meningkat. Musim kemarau? Sebaliknya — UV tinggi justru memecah chlorine lebih cepat di kolam outdoor. Dua kondisi berbeda, kedua-duanya menguras kaporit lebih cepat dari normal. Cara pakainya juga ada caranya. Granular kaporit jangan langsung tabur ke kolam dalam kondisi kering, apalagi langsung ke jalur skimmer atau dekat fitting. Larutkan dulu di ember terpisah dengan air. Aduk sampai benar-benar larut, baru siram merata di kolam. Kalau langsung tabur, granular yang belum larut sempurna bisa menyebabkan bleaching spot — ada bagian liner atau lantai kolam yang warnanya pudar karena kena konsentrasi tinggi. Saya pernah lihat sendiri kolam dengan bercak putih di dasar karena kebiasaan tabur langsung ini bertahun-tahun. Satu hal yang perlu dicatat soal kaporit granular: dia juga mengandung kalsium. Jadi kalau dipakai terus-menerus dalam jumlah besar tanpa cek hardness, lama-lama calcium hardness air kolam naik. Kalau sudah terlalu tinggi, muncul scaling — endapan putih di dinding kolam, di permukaan tile, di equipment. Bukan masalah fatal, tapi merepotkan untuk dihilangkan. Kalau kolam sudah lama tidak dirawat, atau setelah hujan lebat, kaporit saja tidak cukup. Butuh shock treatment — dosis besar sekali dalam waktu singkat untuk "reset" air. Beda cara dan beda tujuannya dari dosis maintenance harian. Untuk villa-villa di Bali yang kolamnya jarang dipakai tapi tetap harus jernih, biasanya saya rekomendasikan kombinasi: kaporit granular sebagai klorinasi utama, ditambah stabilizer cyanuric acid kalau kolam outdoor, dan algaecide preventif seminggu sekali. Kombinasi ini lebih efisien daripada hanya andalkan kaporit besar-besaran setiap hari. Surya Jaya Teknik jual kaporit granular dalam kemasan 1 kg, 5 kg, dan 25 kg. Kami juga bisa bantu hitung kebutuhan chemical bulanan untuk kolam Anda. Konsultasi gratis, langsung ke toko kami di Petulu atau Lodtunduh.