
Kalau kamu pernah pakai test kit DPD untuk cek air kolam, kamu akan melihat dua pengukuran: free chlorine (FC) dan total chlorine (TC). Banyak orang mengira ini hanya duplikasi — padahal keduanya mengukur hal yang berbeda, dan selisihnya justru yang paling penting untuk diperhatikan. Tiga bentuk klorin dalam air kolam Free chlorine (klorin bebas) adalah klorin yang masih aktif dan siap mendisinfeksi. Inilah yang kamu inginkan dalam air — yang membunuh bakteri, virus, dan alga. Rentang ideal: 1,0–3,0 ppm untuk kolam renang umum; 1,0–2,0 ppm untuk kolam pribadi yang tamu-tamunya sensitif kulit. Combined chlorine (klorin terikat / chloramines) adalah klorin yang sudah bereaksi dengan nitrogen dari keringat, urin, losion tubuh, dan bahan organik lainnya. Klorin terikat ini tidak lagi efektif mendisinfeksi — bahkan inilah penyebab utama bau klorin yang menyengat dan iritasi mata/kulit. Paradoksnya, kolam yang "berbau klorin kuat" sering justru kekurangan free chlorine — yang tinggi adalah combined chlorine-nya. Total chlorine adalah jumlah free chlorine + combined chlorine. Test kit DPD mengukur ini dalam dua langkah: DPD-1 mengukur FC, DPD-3 mengukur TC, dan CC = TC − FC. Berapa combined chlorine yang aman? Combined chlorine idealnya di bawah 0,2 ppm. Kalau sudah di atas 0,5 ppm, kamu akan merasakan dampaknya: mata merah setelah berenang, bau menyengat, dan kulit terasa kering/gatal. Di atas 1,0 ppm sudah perlu tindakan segera. Cara mengatasi combined chlorine tinggi: shock treatment Cara paling efektif menghilangkan combined chlorine adalah super-chlorination, atau yang umum disebut shock. Kamu perlu menaikkan free chlorine ke level yang sangat tinggi — biasanya 10× dari kadar combined chlorine — agar chloramine terurai. Proses ini disebut breakpoint chlorination. Contoh: kalau CC = 0,8 ppm, kamu perlu menaikkan FC ke minimal 8 ppm (idealnya 10 ppm) dan mempertahankannya selama 4–6 jam sebelum chloramine benar-benar hancur. Gunakan klorin granul (kalsium hipoklorit 65%) untuk shock ini. Setelah shock, tunggu FC turun ke bawah 3 ppm sebelum kolam kembali dipakai. Kenapa chloramine terus terbentuk? Kalau kamu shock minggu ini dan minggu depan CC sudah tinggi lagi, artinya ada beban nitrogen yang terus masuk ke kolam — paling umum dari: pengguna yang tidak mandi sebelum berenang, losion/sunscreen yang tidak dibilas, dan — yang sering tidak disadari — kolam yang jarang dikuras atau diisi air baru sehingga kadar nitrogen terlarut terus menumpuk. Solusi jangka panjang: kombinasi shock rutin (minimal dua minggu sekali untuk kolam aktif), mendorong tamu untuk mandi sebelum masuk, dan mengganti 10–20% air kolam setiap bulan untuk menurunkan konsentrasi kontaminan terlarut. Kami jual DPD test kit dan reagen untuk pengujian FC, TC, dan CC di toko Lodtunduh dan Petulu. Kalau hasil tes kamu menunjukkan FC normal tapi kolam masih berbau — kemungkinan besar CC yang tinggi. Kirimkan foto hasil tes via WhatsApp dan kami bantu rekomendasikan treatment yang tepat. Baca juga: [perbedaan klorin tablet dan granul](/blog/perbedaan-klorin-tablet-granul-kolam-renang) dan [jasa testkit air kolam Bali](/jasa-testkit-air-kolam-bali).