
Kolam renang berlumut adalah masalah yang sangat umum di Bali, terutama di kawasan dengan banyak vegetasi seperti Ubud, Tegallalang, dan Payangan. Lumut (alga) pada kolam renang tidak hanya merusak penampilan, tetapi juga membuat permukaan kolam menjadi licin dan berbahaya. Lebih dari itu, keberadaan lumut menandakan bahwa keseimbangan kimia air kolam sedang tidak optimal, yang berarti kolam berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya. Ada tiga jenis lumut yang paling sering ditemukan di kolam renang di Bali. Lumut hijau (green algae) adalah yang paling umum — menyebabkan air kolam berubah hijau dan permukaan terasa licin. Lumut hitam (black algae) tampak sebagai bercak-bercak gelap di dinding dan lantai kolam yang sangat sulit dihilangkan karena memiliki lapisan pelindung tebal. Lumut kuning atau mustard algae tampak seperti lapisan kuning kecokelatan di permukaan kolam, terutama di sudut-sudut yang kurang terkena sirkulasi air. Masing-masing jenis memerlukan pendekatan treatment yang berbeda. Cara mengatasi kolam renang berlumut secara efektif tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Untuk lumut hijau ringan, shock treatment dikombinasikan dengan penyikatan menyeluruh dan penambahan algaecide biasanya sudah cukup. Untuk lumut hitam, diperlukan penyikatan agresif dengan sikat kawat untuk menembus lapisan pelindung, diikuti dengan aplikasi klorin konsentrasi tinggi langsung ke area yang terinfeksi. Proses ini mungkin perlu diulang beberapa kali selama 1–2 minggu. Pencegahan lumut jauh lebih mudah dan murah daripada pengobatannya. Kunci pencegahan adalah menjaga kadar klorin yang konsisten, pH yang seimbang, sirkulasi air yang baik, dan penyikatan permukaan kolam secara rutin setiap minggu. Di area seperti Ubud yang banyak pohon, menjaga kolam bersih dari dedaunan juga sangat penting karena dedaunan membusuk yang masuk ke kolam menjadi nutrisi bagi lumut. Suryajaya Teknik siap membantu mengatasi dan mencegah masalah lumut pada kolam renang Anda di Bali.