
Air kolam yang sudah hijau itu pengalaman yang cukup menyebalkan — terutama kalau kejadiannya dua hari sebelum tamu check-in. Saya sudah mengalami situasi ini lebih dari sekali, dan biasanya penyebabnya bisa ditebak: chlorine habis saat kolam ditinggal, cuaca hujan terus-menerus, atau gabungan keduanya. Di musim hujan Bali antara November sampai Maret, ini bisa terjadi hanya dalam tiga sampai empat hari kalau kolam tidak diperhatikan. Yang pertama harus dipahami: air hijau itu bukan sekadar "kotor" — itu algae tumbuh subur di dalam air. Dan untuk membunuh algae secara efektif, ada urutan perlakuan yang harus benar. Kalau urutannya salah, hasilnya bisa kolam tetap hijau meski sudah dimasukkan chemical banyak. Langkah pertama yang selalu saya lakukan: cek pH. Ini tidak bisa dilewati. Air yang banyak algae biasanya pH-nya sudah naik tinggi — bisa di atas 8,0. Chlorine dalam kondisi pH tinggi hampir tidak efektif. Jadi targetnya adalah turunkan pH ke 7,2–7,4 dulu pakai HCL. Baru setelah pH oke, lanjut ke langkah berikutnya. Langkah kedua: shock treatment dengan kaporit granular dosis tinggi. Untuk kolam 30–40 m³ yang sudah hijau, saya biasanya masukkan 600–800 gram sekaligus di sore hari. Pompa filter harus menyala penuh 24 jam setelah ini. Langkah ketiga: masukkan algaecide. Ini untuk memastikan sisa algae yang sudah "terkena" chlorine benar-benar mati dan tidak akan tumbuh lagi cepat. Algaecide bekerja sinergis dengan chlorine — bukan pengganti. Langkah keempat: flocculant atau PAC. Setelah algae mati, air biasanya jadi keruh atau abu-abu kehijauan. Ini debris algae yang sudah mati melayang di air. PAC atau flocculant akan menggumpalkan partikel ini agar bisa disedot ke filter atau diendapkan ke dasar kolam untuk divakum. Kalau pakai flocculant, matikan filter 8 jam setelah masuk agar partikel mengendap sempurna, lalu vakum ke waste — jangan balik ke filter. Proses ini biasanya membutuhkan 24–48 jam untuk hasil yang benar-benar jernih. Kalau kurang dari itu, kemungkinan ada satu langkah yang terlewat atau dosisnya kurang. Yang perlu diingat oleh owner villa: kolam hijau ringan yang ditangani cepat biayanya jauh lebih murah daripada kolam hijau pekat yang sudah berminggu-minggu. Semakin terlambat ditangani, semakin banyak chemical yang dibutuhkan, dan semakin lama waktu pemulihan. Pantau kolam lebih sering di musim hujan — algae tumbuh jauh lebih cepat karena kombinasi hujan dan kelembaban tinggi di Bali. Kalau tidak punya waktu untuk mengurus ini sendiri, atau kolam sudah sangat parah, Surya Jaya Teknik melayani emergency pool treatment. Kami bisa datang, asesmen kondisi kolam, dan tangani dari awal sampai air jernih kembali.