
Black algae — atau cyanobacteria — adalah musuh yang berbeda kelas dibanding algae hijau biasa. Kalau algae hijau bisa diatasi dengan shock treatment chlorine yang cukup dalam satu dua hari, black algae bisa bertahan selama berminggu-minggu meski sudah dimasukkan banyak chemical. Saya pernah menangani kolam yang sudah di-shock tiga kali tapi black algae-nya tetap ada. Bukan salah chemical-nya — cara pakainya yang perlu berbeda. Black algae terlihat seperti bintik-bintik hitam atau biru kehijauan tua yang melekat kuat di permukaan dinding atau lantai kolam. Teksturnya lebih keras dari algae hijau yang licin. Bintik-bintik ini punya lapisan pelindung luar — semacam "shell" yang membuatnya sangat resisten terhadap chlorine. Chlorine yang terlarut di air kolam tidak bisa menembus lapisan ini dengan efektif. Makanya shock treatment standar sering tidak cukup. Cara yang benar untuk basmi black algae: langkah pertama adalah sikat fisik yang agresif sebelum memasukkan chemical apa pun. Gunakan brush stainless steel atau brush khusus algae yang keras, sikat titik-titik black algae sampai lapisan permukaannya tergores dan terbuka. Ini yang memungkinkan chlorine masuk ke dalam dan membunuh sel algae di dalamnya. Tanpa langkah ini, chemical hanya membersihkan permukaan tapi algae akan tumbuh kembali. Setelah disikat, shock treatment dengan dosis tinggi — lebih tinggi dari shock normal, sekitar 800–1000 gram granular kaporit untuk kolam 30–40 m³. Biarkan pompa menyala 24 jam penuh. Beberapa teknisi menggunakan chlorine granular langsung di titik-titik black algae dengan cara menaburkan langsung ke permukaan yang sudah disikat — konsentrasi lokal yang sangat tinggi membantu penetrasi lebih efektif. Setelah treatment: ulangi penyikatan beberapa hari kemudian. Black algae yang sudah mati pun kadang masih terlihat sebagai noda gelap di permukaan — perlu disikat untuk diangkat. Tambahkan algaecide dosis preventif ke jadwal mingguan untuk mencegah kembali. Black algae paling sering muncul di area yang sirkulasinya lemah — sudut-sudut kolam, area di bawah tangga, atau zona yang jarang terkena aliran air dari return jet. Perbaikan pola sirkulasi dan penyikatan rutin di area-area ini adalah pencegahan jangka panjang yang paling efektif.