
Ini salah satu pertanyaan yang paling sering masuk ke WhatsApp kami, terutama di bulan-bulan musim hujan Bali: "kolam saya tiba-tiba hijau setelah hujan semalam, padahal kemarin masih jernih." Dan jawabannya selalu sama — ini bukan karena air hujannya kotor, tapi karena hujan memicu tiga proses kimia sekaligus yang menciptakan kondisi sempurna untuk bloom alga. Pertama, hujan mengencerkan chlorine. Air hujan yang masuk ke kolam menurunkan konsentrasi semua chemical yang ada di air, termasuk free chlorine. Setelah hujan lebat, kolam yang tadinya punya 2 ppm free chlorine bisa turun ke 0.8 ppm — masih ada, tapi sudah di bawah ambang efektif untuk melawan alga aktif. Kedua, air hujan itu asam. pH air hujan sekitar 5.6-6 (di area perkotaan bisa lebih rendah lagi), dan hujan yang masuk ke kolam menurunkan pH air kolam. pH rendah artinya air lebih agresif, mempengaruhi stabilitas sistem kimia secara keseluruhan. Ketiga, hujan membawa spora alga dari udara. Angin sebelum dan saat hujan mengangkat dan mendistribusikan spora alga dari area sekitar. Kolam yang kena hujan lebat dalam kondisi chlorine sedang rendah adalah target sempurna untuk germination spora ini. Protokol treatment yang benar untuk kolam hijau setelah hujan: langkah pertama dan ini yang paling sering dilewatkan — jangan langsung tambah chlorine, tapi balance pH dulu ke 7.2-7.4. Chlorine jauh lebih efektif di pH yang tepat. Shock treatment dengan chlorine pH yang salah hasilnya setengah dari yang seharusnya. Langkah kedua: shock treatment di sore hari atau menjelang malam. Masukkan chlorine granular konsentrasi tinggi (target mencapai 10-20 ppm free chlorine sementara). Lakukan di sore hari karena UV matahari akan mendegradasi dosis shock yang kamu tambahkan kalau dilakukan di pagi hari. Biarkan pompa jalan sepanjang malam. Langkah ketiga: setelah shock (12-24 jam kemudian), tambahkan algaecide. Jangan tambahkan algaecide bersamaan dengan shock — banyak algaecide yang efektivitasnya turun di konsentrasi chlorine sangat tinggi. Tunggu sampai chlorine turun ke bawah 5 ppm, baru tambahkan algaecide. Langkah keempat: flocculant untuk mengendapkan sisa alga yang sudah mati. Matikan pompa selama 24-48 jam, biarkan floc bekerja mengendapkan partikel, kemudian vacuum ke waste (bukan backwash — biar partikel tidak kembali ke kolam). Waktu yang realistis: kolam yang baru mulai hijau ringan bisa jernih dalam 2-4 hari dengan protokol ini. Kolam yang sudah hijau pekat bisa butuh seminggu atau lebih. Jangan drain kolam — itu pemborosan air besar dan tidak menyelesaikan masalah kalau sumber masalahnya (kadar kimia rendah) tidak diperbaiki. Untuk kolam di Bali yang sangat hijau dan pemiliknya perlu panduan treatment step-by-step, WhatsApp kami dengan foto kondisi kolam — kami bisa bantu hitung dosis yang tepat berdasarkan perkiraan volume. Semua produk yang dibutuhkan — chlorine shock, algaecide, flocculant — tersedia dengan pengiriman ke seluruh Bali. Lihat [jual obat dan peralatan kolam renang Denpasar](/blog/jual-obat-peralatan-kolam-renang-denpasar) atau [jual obat dan peralatan kolam renang Badung](/blog/jual-obat-peralatan-kolam-renang-badung) tergantung lokasi kamu.