
Kolam yang airnya terasa licin atau berlendir saat tangan disentuhkan ke dinding kolam adalah sesuatu yang cukup tidak nyaman — dan tidak semua orang tahu apa penyebabnya. Bukan algae biasa, bukan soal visual kejernihan air. Air bisa terlihat cukup jernih tapi terasa licin. Ini tanda biofilm. Biofilm adalah komunitas bakteri yang terorganisir dan melekat pada permukaan dalam sistem air — dinding kolam, permukaan pipa, media filter, bahkan strainer basket. Bakteri ini membungkus diri dalam matriks polisakarida — lapisan lendir pelindung yang membuatnya jauh lebih resisten terhadap disinfektan dibanding bakteri yang berenang bebas di air. Chlorine yang cukup untuk membunuh bakteri biasa di air mungkin tidak cukup untuk menembus lapisan biofilm yang sudah terbentuk. Penyebab biofilm berkembang: chlorine yang terlalu lama di level sangat rendah — di bawah 0,5 ppm — memberi kesempatan bakteri berkembang dan membentuk komunitas. Kombinasi dengan TDS yang tinggi, pH yang tidak stabil, dan sirkulasi yang buruk mempercepat pembentukan biofilm. Kolam villa yang ditinggal berhari-hari tanpa maintenance adalah kandidat utama. Cara mengatasinya lebih intens dari shock treatment biasa. Pertama, sikat seluruh permukaan dinding dan lantai kolam secara menyeluruh untuk secara fisik merusak lapisan biofilm. Bersihkan skimmer basket, strainer pompa, dan backwash filter. Kemudian lakukan superchlorination — dosis chlorine yang sangat tinggi, 2–3x dosis shock normal, untuk menghancurkan biofilm yang sudah terbentuk di seluruh sistem termasuk di dalam pipa. Pompa harus menyala penuh selama minimal 24 jam. Setelah superchlorination, biarkan level chlorine turun ke normal sebelum kolam dipakai. Cek ulang kondisi air dan pastikan lendir tidak terasa lagi di permukaan dinding. Untuk pencegahan: jangan biarkan free chlorine turun di bawah 1 ppm lebih dari satu hari, terutama saat kolam tidak dipakai. Ini level minimum yang diperlukan untuk mencegah bakteri mulai membentuk komunitas. Sirkulasi yang baik — pompa berjalan setidaknya 6–8 jam sehari — juga sangat penting karena biofilm lebih mudah terbentuk di zona air stagnan.